Sabtu, 27 Oktober 2012

puisi buat temen

Apa Ada yang Bener-bener Temen?
mungkin wajar begini
mungkin semua orang juga pernahmengalami
mungkin lebih dari yang aku tau
namun tetap saja hati takkan terima
kebersamaan...
bersama itu memang sebuah keindahan
keindahan di mana bisa berbagi rasa
berbagi cerita
suka maupun duka
kebersamaan tanpa ikatan,
itulah pertemanan
walau hanya beberapa kurun waktu
perkenalan yang sudah direncanakan Tuhan
adakah teman yang setia?
adakah teman yang tulus?
atau..
apakah teman itu bener-bener ada?
sejauh diri mengenal
tak pernah ada teman
seperti yang di definisikan oleh para maestro
kecewa yang aku dapat dari teman
mungkin...
mungkin hanya aku yang salah memilih teman
atau
hanya aku yang terlalu menganggapnya teman
atau mungkin...
teman yang sebenarnya belum aku temukan?


RESENSI BENZAMIN BUTTON


CONTOH RESENSI KARYA FIKTIF
Judul buku          : The Curious Case of Benjamin Button
Penulis                 : f.scott fitzgerald
Penerjemah       : fanny chotimah
Editor                    : bandung mawardi
Pencetak             : penebar swadaya, Jakarta
ISBN                      : 978-979-1032-48-3
      II.            Unsur-Unsur Intrinsik
Tema     : Kisah Aneh Benzamin Button
Alur        : maju
Setting  :
a.       Tempat        : rumah , rumah sakit, kampus Yale college
b.      Waktu           : tahun 1860
c.       Suasana       :
1.       Mengecewakan, ketika Roger Button melihat anaknya yang baru enam jam lahir memiliki kondisi tubuh dan wajah seperti seorang berumur 70 tahun.
2.       Bahagi, ketika Benjamin Button dapat menikahi seoarang gadis cantik putra seorang jendral.
3.       Menakutkan, ketika Benjamin mengetahui dirinya yang terlahir seperti seorang tua, tahun demi tahun menunjukan proses menujukeadaan yang lebih muda.
4.       Menyedihkan ketika Roscoe Button tidak menganggap Benjamin sebagai ayahnya, bahkan menyuruh Benjamin memanggilnya paman.
5.       Menyesekkan, ketika Benjamin diketawai oleh mahasiswa bahwa dia berumur 18 tahun dengan keadaan fisik seperti umur 50 tahun
d.      Perwatakan
1.       Roger button, seorang ayah yang akhirnya bisa menyayangi dan menerima kekurangan anaknya (penyayang)
2.       Benjamin button: pintar, kuat dan pekerja keras
3.       Hildegarde : cantik, lembut dan setia
4.       Roscoe : angkuh, pemarah, acuh.
    III.            Synopsis
Dari sebuah keluarga yang memiliki nama besar dan dikenal banyak orang, keluarga button begitu namanya. Pada tahun 1860 seorang bayi dari keluarga button yaitu bayi dari tuan dan nyonya roger button lahir dengan keadaan fisik yang membuat semua orang yang melihatnya merasa jijik, bahkan ayah bayi itu pun ikut merasa jijik dan kecewa. Bagaimana tidak, bayi yang dilahirkan enam jam lalu mempunyai wajah dan fisik layaknya orang tua yang berumur 70 tahun. Bayi itu diberi nama Benjamin button. Seiring berjalannya waktu roger ayah dari Benjamin dapat menerima kenyataan terhadap anaknya. Yang menakutkan tahun demi tahun petumbuhan Benjamin, bukannya keadaan fisiknya semakin tua, dia malah kelihatan semakin muda. Hingga akhirnya dia menikah dengan seorang gadis cantik dan mendapatkan seorang anak. Keadaan Benjamin yang semakin muda membuatnya terlihat 20tahun lebih muda dari pada istrinya, padahal sebelum ia menikahi istrinya kondisinya di atas orang berusia 50 tahun. Perkembangan yang menakutkan baginya. Semakin mudanya keadaan fisiknya hingga seperti seorang anak berusia 10 tahun, hingga anaknya tidak mengakuinya. Pada akhir ceritanya dia berkembang mundur menjadi seorang bayi yang hanya bisa menangis apabila merasa lapar.

    IV.            Kekurangan dan kelemahan
Novel ini disajikan sangat menarik, penggunaan bahasanya tidak membosankaan, penulis menceritakan dengan sangat menarik serta pada akhir-akhir halaman, penulis juga menyelipkan beberapa cerita yang juga sangat seru dan pembac akan merasa penasaran dengan lanjutan ceritanya. Namun ada sedikit kelemahan dari buku ini yaitu sudut pandang yangdigunakan tidak konsekuaen, maksudnya ada beberapa bahagian yang menggunakan sudut pandang orang pertama dan sebahagian lain menggunnakan sudut pandang orang ketiga.
      V.            Kesimpulan
Buku ini sesuai untuk dibaca semua kalangan dan semua umur, ceritanya sangat mendidik dan memberi banyak nilai moral bagi orang yang dapat mengambil panutan-panutan dari cerita dari novel ini.

LAPORAN TITRASI ASAM BASA

LAPORAN
1.      Judul Percobaan           : TITRASI ASAM BASA

2.      Tujuan Percobaan        :
Menentukan Konsentrasi Larutan dengan Menggunakan Larutan Baku

3.      Teori Singkat                 :
Konsentrasi suatu larutan dapat ditentukan berdasarkan konsentrasi zat lain. Larutan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan yang lain disebut larutan baku, di mana konsentrasi larutan ini diketahui secara pasti.

Proses penentuan konsentrasi larutan dengan cara ini disebut titrasi. Dan jika pasangan larutan yang digunakan dalam proses ini adalah larutan asam dan basa, maka proses ini disebut titrasi asam – basa. Misalnya, menentukan konsentrasi larutan HCl dengan menggunakan larutan baku NaOH.


ALAT DAN BAHAN
        Alat yang digunakan           :
·      Statif
·      Buret
·      Gelas Erlenmeyer
·      Pipet tetes

Bahan yang digunakan       :
·      Larutan NaOH
·      Larutan HCl
Cara kerja        :
1.    Masukkan 20 ml larutan HCL dan 3 tetes indicator fenolftalein ke dalam sebuah Erlenmeyer.
2.    Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M hingga garis 0 ml.
3.    Tetesi dengan larutan HCL dengan larutan NaOH. Penetesan harus dilakukan secara hati-hati dan Erlenmeyer terus- menerus diguncangkan. Penetesan dihentikan saat terjadi perubahan warna yang tetap, yaitu menjadi merah muda.
4.    Ulangi prosedur di atas hingga diperoleh tiga data yang hamper sama.



Hasil pengamatan        :
No
Volum larutan HCL yang digunakan (ml)
Volum larutan NaOH yang digunakan (ml)
1
20
19
2
20
22
3
20
38




Analisis data/pertanyaan     :
1.    Tentukan volum rata-rata larutan NaOH yang digunakan !
2.    Tentukan jumlah mol NaOH yang digunakan !
3.    Tentukan jumlah mol HCL berdasarkan perbandingan koefisien reaksi NaOH + HCl                   NaCl + O !
4.    Tentukan kemolaran larutan HCl tersebu
5.      Apa yang dapat anda simpulkan dari kegiatan ini ?

Jawab         :
1)      19+22+38 =26,33 ml
3
2)      n NaOH
n = M . V
n = 0,1  x 26,33
= 2,633 mmol

3)      n HCl = x 2,633 = 2,633
4)      M HCl
M= =
M= 0,13165
M= 0,13


Kesimpulan :

Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan konsentrasi HCl diperlukan konsentrasi NaOH yang telah ditentukan secara pasti dan volume NaOH sendiri. Di mana volume NaOH ditentukan dari banyaknya NaOH yang diperlukan untuk menjadikan larutan HCl tepat merah pada proses titrasi.

LAPORAN PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN

BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan pada tanaman terjadi karena adanya pertambahan ukuran (volume) yang irreversible (tidak dapat kembali keukuran semula) yang disebabkan adanya pertambahan jumlah sel melalui proses pembelahan sel secara mitosis pada titik tumbuh dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pertumbuhan dapat di ukur dengan alat yang dinamakan auksanometer Sedangkan perkembangan adalah proses pendewasaan. Perkembangan tidak bisa diukur.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah gen dan hormon. Faktor eksternal adalah suhu, cahaya, kelembapan, air dan nutrien.

Perkecambahan pada tumbuhan melibatkan proses fisika dan kimia. Perkecambahan dimulai dengan proses penyerapan air (imbibisi), proses ini merupakan proses fisika. Masuknya air pada biji menyebabkan enzim aktif bekerja, bekerjanya enzim merupakan proses kimia.

Ada dua tipe perkecambahan, antara lain epigeal dan hipogeal. Epigeal adalah tipe perkecambahan dimana kotiledon berada diatas permukaan tanah karena hipokotil tumbuh dan terangkat, sehingga mendorong kotiledon keatas. Sedangkan hipokotil adalah tipe perkecambahan dimana kotiledon tetap berada dibawah tanah, epikotil tumbuh dan terangkat sedangkan hipokotil dan kotiledon tetap tertinggal dibawah tanah.

Hormon tumbuhan sering disebut fitohormon. Senyawa seperti hormone buatan atau dibuat oleh organism selain tumbuhan tidak dapat digolongkat sebagai hormon tumbuhan. Senyawa tersebut dinamakan zat pengatur tumbuh. Dengan demikian, hormone pastilah zat pengatur tumbuh, tetapi zat pengatur tumbuh belum tentu hormon.
Saat ini telah dikenal hormone auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumatin, dan kalin.


BAB II
METODE PENELITIAN

I.                   Judul
Pengaruh faktor lingkungan terhadap pertumbuhan kecambah
II.                Variabel penelitian
Variabel bebas                     : intensitas cahaya matahari
Variabel terikat                    : panjang batang kecambah kacang hijau dan kacang tanah, warna daun.
III.             Metode penelitian
Metode yang penulis gunakan adalah metode experiment, yaitu dengan melakukan percobaan dan pengamatan untuk membandingakan satu jenis tanaman yang sama namun diletakkan di tempat yang berbeda penyinarannya. Serta metode pengumpulan data yang diperoleh dari beberapa buku atau literatur.    
IV.             Tujuan
a.       Untuk mengetahui pengaruh cahaya (lingkungan) terhadap pertumbuhan kecambah
b.      Untuk mengetahui berapa perbandingan panjang kecambah terhadap tempat yang berbeda intensitas cahayanya.
c.       Untuk memberikan keyakinan lebih bahwa faktor eksternal memberikan pengaruh besar terhadap tumbuhnya suatu tumbuhan.
V.                Alat dan bahan
·         Gelas plastik
·         Gunting / pisau
·         Kapas
·         penggaris
·         Air
·         Biji (kacang hijau dan kacang tanah)
VI.             Cara kerja
1.      Gunting gelas plastik menjadi dua bagian atas dan bawah, gunakan bagian bawah untuk percobaan. Hal ini bermaksud untuk mempermudah pengukuran tinggi kecambah.
2.      Letakkan kapas ke dalam gelas plastik yang sudah di gunting dan siram dengan air, tuang air sampai kapas basah namun tidak sampai air melibihi kapas.
3.      Lakukan ini dengan 4 gelas plastik, dua untuk kacang hijau dan dua untuk kacang tanah.
4.      Letakkan biji 3 sampai 4 biji pada masing-masing gelas plastik
5.      Letakkan masing-masing satu antara kedua jenis biji ditempat gelap dan terang
6.      Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi kecamba
 
BAB III
HASIL dan PEMBAHASAN

I.                   Tabel pengamatan

No
Nama biji
Hari ke-
Intensitas cahaya
Panjang kecambah (cm)
Catatan
1.
Kacang hijau
1
gelap
0
Masih dormansi
terang
0
Masih dormansi
2
gelap
0
Proses imbibisi
terang
0
Proses imbibisi
3
gelap
1,5
Kulit biji pecah dan jatuh, kotiledon dan plamula terdorong ke atas 
terang
1

Kulit biji pecah dan jatuh, kotiledon dan plamula terdorong ke atas


4
gelap
7
Plumula berubah menjadi batang dan daun, warnanya  pucat.
terang
4
Plumula berubah menjadi daun dan batang, warnanya hijau
5
gelap
9
Masih seperti keadaan sebelumnya
terang
6
Masih seperti keadaan sebelumnya

Rata-rata panjang kecambah kacang hijau selama lima hari ditempat gelap : 3,5 cm
Rata-rata panjang kecambah kacang hijau selama lima hari ditempat terang : 2,2 cm

Tabel 3.1

No
Nama biji
Hari ke-
Intensitas cahaya
Panjang kecambah
Catatan
2
Kacang tanah
1
Gelap
0
Biji masih dormansi
terang
0
Biji masih dormansi
2
Gelap
0
Proses imbibisi
terang
0
Prose imbibisi
3
Gelap

0,9
Plumula dan radikal keluar dari dalam biji, kondisi kapas tetap putih.
terang
0,6
Plumula dan radikal keluar dari dalam biji, kondisi kapas berwarna cokelat.


4
Gelap
1,5
Masih seperti perkembangan sebelumnya
terang
1
Masih seperti perkembangan sebelumnya


5
Gelap

1,7

Plumula menjadi batang namun daun belum terlihat
terang
1,2

Plumula menjadi batang namun daun belum terlihat
Rata-rata panjang kecambah kacang tanah selama lima hari ditempat gelap : 0,82 cm
Rata-rata panjang kecambah kacang tanah selama lima hari ditempat terang : 0,56 cm

Tabel 3.2
II.                Pembahasan
Kacang tanah dan kacang hijau yang diletakkan di dua tempat yang berbeda intensitas cahaya matahari memiliki perbedaan yang sangat jelas karena cahaya matahari merupakan salah satu faktor eksternal yang memberi pangaruh besar terhadap proses perkecambahan. Pertumbuhan kecambah yang lebih cepat ditempat gelap ini disebut etiolasi, etiolasi disebabkan oleh adanya suatu hormone, yaitu hormone auksin. Hormone ini hanya akan bekerja di intensitas cahaya tertentu saja, yaitu tidak bisa terkena panas tinggi, seperti cahaya matahari langsung sebab hal itu akan menghancurkan auksin, sebaliknya auksin berkembang baik ditempat gelap. Auksin berfungsi dalam pemanjangan batang dan pembelahan sel pada tumbuhan.

BAB IV
PENUTUP

I.                    Kesimpulan
1.      Pertumbuhan kecambah jauh lebih cepat ditempat gelap, karena adanya hormone auksin yang beperan dalam merangsang panjang batang, sebab auksin tidak bisa bekerja ditempat panas atau terkena sinar matahari langsung. Sebaliknya auksin berkembang sangat baik di tempat gelap.
2.      Kondisi kecambah yang tumbuh ditempat gelap dan terang memiliki perbedaan yang jelas, yaitu pada warna misalnya, kecambah yang ditanam ditempat terang memiliki warna hijau, karena mengandung banyak klorofil untuk persediaan fotosintesis. Kecambah ditempat gelap memiliki warna yang pucat karena hanya mengandung sangat sedikit klorofil akibat tidak menerima cahaya matahari sedikitpun.

II.                 Saran
1.      Dalam melakukan percobaan hendaknya dipersiapkan bahan dan alat yang yang dibutuhkan secara lengkap supaya percobaan berlangsung cepat dan tidak rumit
2.      Meneliti dalam mengukur tinggi pertumbuhan kecambah setiap hari diwaktu/ jam yang sama.
3.      Menempatkan alat percobaan ditempat yang jauh dari gangguan seperti hewan, manusia usil, hama dan sebaiknya ditempat yang tersembunyi.

DAFTAR PUSTAKA

            Syamsuri, istamar dkk. 2006. Biologi 3A. Jakarta : erlangga
            Operation, ganesha. 2012. Koding (konsep dasar & the king). Bandung : PT DUTA